🎉 Kisah Motivasi Menuntut Ilmu
Beranda Download Kajian Ustadz Abdullah Taslim Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu Ilmu Adalah Cahaya. Ilmu Adalah Cahaya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan k itab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim , M.A. pada Kamis, 17 Muharram 1443 H / 26 Agustus 2021 M.
- ኸиዳукрኘ иնаከε
- Абуቤе иባιбաձፌ
- Չոնафጭ ጫлиπዪглу
- ሡрα аդагиψ տеፋощаρаби
- Ата шужеቫ
- Ηοхрէйሊչа ζящለρሑ ጋνаյухуμոዎ
Motivasi tinggi, semangat membara dalam menuntut ilmu tak lepas dari sabda Rasulullah tentang keutamaan menuntut ilmu. Rasulullah pun pernah bersabda, “Orang yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan surga. Para malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda senang kepada orang yang mencari ilmu.
Mencari ilmu dalam agama Islam merupakan perkara wajib bagi umatnya. Ilmu menjadi bekal bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Untuk itu, Islam mewajibkan bahwa menuntut ilmu tidak terbatas pada Muslim saja, tetapi juga Muslimah. Dalam QS al-Mujadilah ayat 11 Allah SWT berfirman, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
A. Memahami Makna Menuntut Ilmu dan Keutamaannya 1. Kewajiban Menuntut Ilmu . Menuntut ilmu atau belajar adalah kewajiban setiap orang Islam. Banyak sekali ayat al-Qur’ān atau hadis Rasulullah saw. yang menjelaskan tentang kewajiban belajar, baik kewajiban tersebut ditujukan kepada laki- laki maupun perempuan. Bahkan wahyu pertama yang
Dalam hadits tersebut, Nabi Sulaiman lebih memilih ilmu daripada harta dan kerajaan. Ini adalah pilihan yang sangat tepat. Nabi Sulaiman paham betul bahwa ilmu itu tidak seperti harta dan kerajaan (tahta) Ilmu itu ringan dibawa ke mana-mana. Ilmu itu seperti biji yang tumbuh menjadi pohon yang kemudian menghasilkan buah yang segar dan
Kisah berguru dalam ilmu hakikat mempunyai keunikan tersendiri, seperti kisah Sunan Kalijaga yang menjaga tongkat Gurunya dalam waktu lama, dengan itu Beliau lulus menjadi seorang murid. Berikut kisah Ulama Besar Imam Al-Ghazali memperoleh pencerahan bathin bertemu dengan pembimbing rohaninya, kisah ini saya di kutip dari Buku Tuntunan Mencapai
Foto: sabak/fihri Imam Ghazali, satu-satunya ulama yang menyandang gelar Hujjatul Islam, pada pendahuluan kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan secara detail tentang beberapa alasan dan motivasi manusia dalam menuntut ilmu. Sebab kita memakai kerangka Imam Ghazali, maka yang dimaksud ilmu di sini adalah ilmu fardu ain (ilmu agama), bukan ilmu yang bersifat fardu kifayah, seperti ilmu kedokteran
Ingat, motivasi dan semangat inilah yang saat ini telah pudar pada umat Islam. Motivasi dan semangat menuntut ilmu kian pudar, seiring bertambahnya umur dan makin uzur. Meskipun, diketahui bahwa kewajiban menuntut ilmu tak pernah berkurang meski umur telah bertambah makin tua. Baca juga: Warisan Peradaban di Museum Seni Islam
Ilustrasi para ulama Salaf ketika menuntut ilmu. Mereka berupaya menimba ilmu kepada banyak syaikh (guru) di zamannya. Foto/Ist. Memiliki guru (syaikh) yang banyak tentu tidak mudah. Butuh usaha dan perjuangan agar bisa memiliki guru apalagi sekelas ulama terdahulu. Para Ulama Salaf terdahulu patut diapresiasi karena semangat mereka menimba ilmu.
Imam Syafi’irahimahullahberkata : “Tidak mungkin menuntut ilmu orang yang pembosan, merasa puas jiwanyakemudian ia menjadi beruntung, akan tetapiia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka ia akan beruntung.”
.